Gambar Dan Cara Memainkan Alat Musik Tradisional Indonesia

Gambar Dan Cara Memainkan Alat Musik Tradisional Indonesia

Indonesia adalah sebuah negara yang sangat besar. Ratusan suku mendiami negeri ini. Kearifan lokal yang beragam menjadi sebuah anugerah kekayaan yang tidak ternilai. Kekayaan budaya tersebut bisa kita lihat dari beragamnya jenis rumah adat, baju adat, upacara adat, alat musik tradisional dan sebagainya.

Sebagai bagian dari negeri ini, maka rasa bangga harus selaku kita tunjukkan dalam keseharian. Diantara cara menunjukkan rasa kebanggan kita terhadap negeri ini adalah dengan mengenali kearifan lokalnya. Salah satunya dengan mengetahui berbagai macam alat musik tradisional yang tersebar di berbagai sudut penjuru negeri.

Keragaman Jenis Alat Musik Tradisional Indonesia

Wilayah Negara Kesatian Republik Indonesia sangat luas, terbentang dari Sabang sampai Merauke, dari Pulau Mianggas hingga  Pulau Rote. Per tahun 2018, terdapat 34 provinsi yang telah berdiri.

Dari setiap daerah provinsi pasti memiliki kesenian dan alat musik khas yang berbeda-beda. Tidak menutup kemungkinan apabila dihitung jumlah keseluruhan alat musik bisa mencapai ratusan jenis. Namun dari sekian banyak alat musik yang ada, hanya beberap saja yang terdengar popular dan masih eksis di kalangan masyarakat umum.

Gambar Alat Musik Tradisional Tiup

Alat musik memang beragam jenisnya, termasuk dengan bagaimana cara memainkannya. Ada yang digesek, ditiup, dipukul, dan digoyang.

Sedikit membahas mengenai alat musik tradisional yang dimainkan dengan cara ditiup. Maka alat tersebut akan menghasilkan bunyi suara yang dapat didengar secara langsung tanpa harus ada perantara lain ketika ditiup.

Alat Musik Daerah Sumatera Barat (Minangkabau): Saluang

gambar-alat-musik-tradisional-tiup-daerah-sumatera-minangkabau-saluang
sumber: https://jayafrisando.wordpress.com

Suku Minangkabau selain terkenal dengan tarian piring serta warung nasi padangnya, ternyata juga mimiliki alat musik tiup tradisional yang legendaris. Alat musik tersebut bernama Saluang. Banyak orang yang mengira bahwa saluang sama dengan seruling.

Saluang adalah alat musik tiup yang terbuat dari bambu sebagaimana seruling. Bunyi yang dihasilkannya pun sama, yaitu bunyi aerophone. Padahal antara saluang dengan suling adaah dua hal yang berbeda

Pembeda alat musik saluang dengan suling terdapat pada kesederhanaan bentuknya. Saluang hanya memiliki 4 buah lubang yang terletak pada bagian tengah. Lubang tersebut, berguna untuk mengatur bunyi suara nada yang keluar dari alat musik saluang.

Alat musik Daerah Papua (Biak – Raja Ampat): Triton

gambar-alat-musik-tradisional-tiup-daerah-papua-triton
sumber: https://bagiilmunei.blogspot.co.id

Triton adalah alat musik tiup tradisional masyarakat Papua yang berada di daerah sekitar pantai. Triton pada mulanya dimainkan dengan cara ditiup untuk menghasilkan suara sebagai sarana komunikasi antar kelompok. Sebab saat itu jarak antar perkampungan cukup jauh, sehingga untuk berkomunikasi membutuhkan alat yang mampu menghasilkan suara keras agar dapat didengar dari jarak yang jauh.

Selain sebagai sarana alat komunikasi, triton juga digunakan sebagai alat panggil atau pemberi tanda. Baru ketika kegiatan pariwisata mulai masuk ke papua, fungsi triton dikembangkan menjadi alat musik dan sarana hiburan.

Alat musik Daerah Maluku: FU

gambar-alat-musik-tradisional-tiup-daerah-maluku-fu
sumber: http://aotearoamaorifilmfestival.com

Sebagian besar dari kita pasti asing dengan alat musik FU. Fu adalah alat musik tradisional masyarakat maluku. Alat musik ini sangat unik karena berasal dari kerang-kerangan.

Fu bisa dengan mudah ditemukai di banyak tempat di Maluku, khususnya daerah sekitar pantai. Cara memainkan Fu cukup dengan meniup pada bagian lubang kerang. Kemudian gunakan telapak tangan untuk mengatur bunyi nada suara yang keluar. Jenis suara aerofon yang dihasilkan alat musik Fu sangat merdu dan menenteramkan.

Gambar Alat Musik Tradisional Pukul

Alat musik memang beragam jenisnya, termasuk dengan bagaimana cara memainkannya. Ada yang digesek, ditiup, dipukul, dan digoyang.

Sedikit membahas mengenai alat musik tradisional yang dimainkan dengan cara dipukul. Maka alat tersebut akan menghasilkan bunyi suara yang dapat didengar secara langsung tanpa harus ada perantara lain ketika dipukul.

Alat Musik Daerah Garut Jawa Barat (Suku Sunda): Calung

 

Alat musik tradisional khas daerah jawa Barat selain angkung adalah Calung. Berdasarkan namanya, kedua alat musik ini sepintas mirip, bahkan bentuk antara angklung dan calung pun tidak jauh berbeda. Maka aneh apabila banyak masyarakat umum yang menganggap sama antara alat musik calung dengan angkung.

Meskipin sama-sama terbuat dari bambu, dimana calung juga bisa menghasilkan bunyi dengan cara digoyang sebagaimana angklung. Namun bunyi nada yang dihasilkan oleh calung akan lebih presisi dan harmoni apabila dimainkan dengan cara dipukul.

Alat Musik Daerah Sulawesi Utara (Minahasa): Kolintang

gambar-alat-musik-tradisional-pukul-daerah-sulawesi-utara-minahasa-kolintang
sumber: http://www.wacana.co

Dilihat dari bentuknya, sepintas alat musik kolintang akan mirip dengan alat musik belira. Sama-sama terbuat dari susunan beberapa bilah kayu dengan berbagai ukuran panjang. Dimana susunan kayu tersebut kemudian disanggah menggunakan bambu pada bagian bawahnya.

Berasal dari susunan kayu dan bambu itulah, alat musik kolintang dapat mengeluarkan bunyi  yang harmoni dan enak didengar suaranya. Cara memainkan kolintang yaitu dengan cara dipukul menggunakan alat bantu pukul khusus. Bunyi nada yang dihasilkan pun sama dengan nada lat musik pada umumnya, yaitu do,re,mi, fa, sol, la, si, do, dan sebagainya.

Alat Musik Daerah Bangka Belitung – Kepulauan Riau (Kendang): Gendang Melayu & Gendang Panjang

gambar-alat-musik-tradisional-pukul-daerah-riau-sumatera-kendang-melayu
sumber: https://arunashira.wordpress.com

Alat musik kendang pasti tidak bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, kendang atau gendang lebih dikenal sebagai alat musik pengiring konser lagu dangdut. Padahal pada mulanya, gendang lebih sering dipakai sebagai alat musik pengiring upacara adat atau tari tradisional suku-suku nusantara.

Gendang dimainkan dengan cara dipukul, lebih tepatnya ditabuh menggunakan telapak tangan. Meskipun tidak ada patokan nada yang pasti, suara yang dihasilkan gendang tetaplah enak untuk didengar.

Keindahan dan keharmonisan suara gendang tergantung dengan bagaimana cara pemain gendang memukul atau menabuh alat ini. Pada umumnya para pengendang mempunyai cara dan ciri khas sendiri-sendiri dalam memainkan alat musik ini.

Sedangkan gendang panjang adalah gendang khas daerah kepulauan riau. Ciri utama gendang panajng terletak pada bagian kedua sisinya yang bisa ditabuh atau dimainkan. Biasanya dimainkan dengan tangan kosong pada satu sisi dan menggunakan bantuan alat pukul pada sisi lainnya.

Gendang panjang sepintas mirip dengan benruk gendang di daerah jawa tengah, Yogyakarta, dan jawa timur. Pembeda gendang panjang dengan gendang jawa teretak pada penggunaan tali ketika para pengendang memainkannya

Alat Musik Daerah Yogyakarta – Jawa Tengah – Jawa Timur (Pelengkap Gamelan): Bonang

gambar-alat-musik-tradisional-pukul-daerah-jawa-tengah-bonang-gamelan
sumber: http://www.adatradisi.xyz

Bonang adalah salah satu bagian alat musik dari komponen alat musik gamelan. Pada mulanya. alat musik bonang dipakai sebagai pengiring pagelaran pertujukan wayang. Bentuk Bonang sepintas mirip dengan alat musik bende, namun boning memiliki ukuran yang lebih kecil.

Peran bonang dalam suatu pertunjukkan gamelan sangatlah penting. Bonang berfungsi sebagai pimpinan nada atau induk dari setiap tembang (lagu) yang dimainka, menjadi penanda dari setiap permulaan dan akhir nada tembang.

Alat Musik Daerah Yogyakarta – Jawa Tengah – Jawa Timur (Suku Jawa): Saron & Saron Penerus

gambar-alat-musik-tradisional-pukul-daerah-jawa-tengah-timur-saron
sumber: https://budayajawa.id

Alat musik saron dan saron penerus pada dasarnya memiliki bentuk dan ciri yang sama. Kedua saron sama-sama terbentuk dari susunan lempengan-lempengan besi. Bahan dasar utama pembuatan saron berasal dari kayu dan kombinasi aluminium dengan seng.

Pembeda antara saron dengan saron penerus terdapat pada bagian nada yang dihasilkan. Saron digunakan ketika mengingkan bunyi nada yang rendah, sedangakan saron penerus digunakan ketika menginginkan nada yang tinggi.

Cara memainkan saron cukup dengan memukulkan paku kalyu (alat pukul khusus saron) pada bagian susunan lempengan besi.

Alat Musik Daerah Bali: Ceng Ceng

gambar-alat-musik-tradisional-pukul-daerah-bali-ceng-ceng
sumber: https://charlottehoatherblog.com

Sebagian dari kita pasti pernah melihat alat musik tradisional Bali ini, tetapi sebagian besar pasti tidak tahu namanya. Alat musik pukul khas Bali tersebut bernama ceng ceng.

Bahan dasar pembuatan ceng ceng terbuat dari tembaga dan kayu nangka. Ceng ceng dimainkan dengan cara dipukul. Lebih tepatnya dengan cara dipukulkan tembaga bagian atas dengan tembaga bagian bawah hingga menghasilkan bunyi “ ceng ceng”. Bunyi logam yang saling beradu tersebut akan terdengar sangat nyaring dank eras, suara khas musik sambal Bali.

Alat Musik Daerah Maluku – Papua (Suku Asmat, Suku Dani): Tifa

gambar-alat-musik-tradisional-pukul-daerah-maluku-papua-tifa
sumber: https://westpapuaupdate.com

Tifa adalah alat musik tradisional khas daerah Indonesia bagian timur, seperti daerah maluku hingga papua. Bentuk alat musik tifa mirip dengan kendang, hanya saja pada salah satu bagian sisinya dibiarkan berlubang tidak berpenutup.

Tifa terbuat dari sebatang kayu utuh yang dikosongi pada bagian tengahnya. Pada salah satu sisinya biasanya ditutup menggunakan kulit rusa yang telah dikeringkan, hal ini bertujuan agar tida bisa menghasilkan suara yang nyaring dan indah.

Cara memainkan tifa juga mirip dengan alat musik yaitu dengan cara dipukul. Tifa biasa digunakan untuk mengiring tarian perang.

Gambar Alat Musik Tradisional Gesek

Alat musik memang beragam jenisnya, termasuk dengan bagaimana cara memainkannya. Ada yang digesek, ditiup, dipukul, dan digoyang.

Sedikit membahas mengenai alat musik tradisional yang dimainkan dengan cara digesek. Maka alat tersebut akan menghasilkan bunyi suara yang dapat didengar secara langsung tanpa harus ada perantara lain ketika digesek dengan alat bantu khusus.

Alat Musik Daerah Jakarta (Suku Betawi): Tehyan

gambar-alat-musik-tradisional-gesek-daerah-jakarta-betawi-tehyan
sumber: http://hanyaberbagi.com

Sekarang ini, sebagian besar masyarakat pasti tidak mengenal alat musik gesek tehyan. Padahal tehyan adalah alat musik khas suku betawi. Dengan tampilan dawai-dawai (senar) yang tersusun begitu rapi, sekilas tampilan tehyan mirip dengan  alat musik biola.

Tehyan dimainkan dengan cara digesek sebagaimana memainkan biola. Meskipun antara tehyan dengan biola mirip dalam bentuk dan cara memainkannya. Dawai (senar) tehyan lebih sederhana dan sedikit dibandingkan biola.

Alat Musik Daerah Sulawesi Selatan (Bugis, Mandar, Makassar): Keso Keso

gambar-alat-musik-tradisional-gesek-daerah-sulawesi-selatan-keso-keso
sumber: https://alatmusik.org

Keso keso adalah alat musik gesek asal Sulawesi Selatan. Bentuk keso keso mempunyai kemiripan dengan alat musik rebab dari Jawa.

Cara memainkan keso keso pun sama sebagaimana memainkan alat musik gesek rebab maupun biola, yaitu dengan cara digesek. Alat gesek keso keso merupakan alat gesek khusus, sehingga tidak bisa digunakan secara maksimal untuk memainkan alat musik lain.

Gambar Alat Musik Tradisional Petik

Alat musik memang beragam jenisnya, termasuk dengan bagaimana cara memainkannya. Ada yang digesek, ditiup, dipukul, dan digoyang.

Sedikit membahas mengenai alat musik tradisional yang dimainkan dengan cara dipetik. Maka alat tersebut akan menghasilkan bunyi suara yang dapat didengar secara langsung tanpa harus ada perantara lain ketika dipetik menggunakan jari maupun alat bantu petik lainnya.

Alat Musik Daerah Kepulauan Riau: Gambus

Alat musik gambus adalah jenis alat musik trasisional petik sebagaimana gitar. Dimana dimainkan dengan cara dipetik langsung menggunakan jari tangan atau terkadang menggunakan bantuan alat petik (pick atau Piker gitar).

Bunyi yang dihasilkan gambus sangat khas, mengasilkan jenis bunyi kordofon. Sehingga bisa membuat pendengar gambus seakan-akan sedang berada di daerah timur tengah (Jazirah Arab).

Alat musik petik gambus dapat dengan mudah anda temukan di daerah pulau sumatera. Pada zaman dahulu, alat ini digunakan sebagai sarana dan media dakwah agama Islam. Bahkan pada zamannya, gambus merupakan alat msik yang sangat mewah, sehingga terdapat terbatas di kalangan istana raja saja.

Alat Musik Daerah Nusa Tenggara Timur (Rote – NTT): Sasando

Alat musik tradisional petik asal daerah Rote, Nusa Tenggara Timur ini memiliki bentuk yang sangat khas dan unik. Bentuk alat musik sasando sangan berbeda dibandingkan bentuk alat musik pada umumnya. Tidak aneh, apabila kemudian banyak orang yang ingin belajar bermain sasando,

Bahan dasar utama pembuatan alat musik sasando berasal dari daun lontar. Hal tersebut membuat tampilan sasando sangat artistik. Terdapat sebatang kayu pada bagian tengah alat musik ini, selain sebagai penyangga kerangka sasando, kayu tersebut juga memiliki fungsi sebagai penyangga dawai.

Cara memaninkan sasando adalah dengan cara dipetik. Bunyi nada suara yang lembut dan mendayu-dayu akan membuat pendengar sasando terbuai dan terpesona,

Alat Musik Daerah Jawa Barat (Suku Sunda): Kecapi

Alat musik petik kecapi sering kali digunakan sebagai pengiring pementasan atau pertunjukan tertentu dalam banyak acara, termasuk acara televisi. Jadi tidak mengherankan banyak orang yang tahu tentang kecapi.

Kecapi adalah alat musik khas suku Sunda, Jawa Barat. Bentuk kecapi mirip dengan alat musik petik khas dari negeri tirai bambu (Cina). Kecapi akan menghasilkan suara yang nyaring dan merdu ketika dawai atau senar dipetik.

Alat Musik Daerah Kalimantan Selatan (Suku Dayak): Panting

Pulau Kalimantan mayoritas dihuni oleh suku Dayak. Terdapat beberapa sub suku Dayak didalamnya, dimana setiap sub suku juga memiliki alat musik tradisional sendiri. Alat musik khas suku Dayak diantaranya panting, sampe, dan japen.

Panting adalah alat musik khas suku Dayak Kalimantan Selatan. Bentuk panting mirip dengan gitar, cara memainkannya pun juga dengan cara dipetik pada pabaian dawai atau senar. Tidak hanya mampu menghasilkan suara yang indah, alat musik ini juga memiliki bentuk yang artistik.

Gambar Alat Musik Tradisional Goyang

Alat musik memang beragam jenisnya, termasuk dengan bagaimana cara memainkannya. Ada yang digesek, ditiup, dipukul, dan digoyang.

Sedikit membahas mengenai alat musik tradisional yang dimainkan dengan cara digoyang. Maka alat tersebut akan menghasilkan bunyi suara yang dapat didengar secara langsung tanpa harus ada perantara lain ketika digoyang.

Alat Musik Daerah Jawa Barat (Sunda): Angklung

gambar-alat-musik-tradisional-goyang-daerah-sunda-jawa-barat-angklung
sumber: https://era-wisata.blogspot.co.id

Angklung adalah alat musik tradisional masyarakat suku Sunda yang sangat terkenal, tidak hanya di Indonesia tetapi hingga seluruh dunia. Alat musik ini sangat unik, sebab bahan baku pembuatan angklung berasal dari bambu serta cara memainkannya dengan cara digoyang.

Beberapa dekade ini. angklung semakin tenar di masyarakat umum. Ketenaran angklung tidak bisa dilepaskan dari jasa Mang Udjo. Melalui Saung Angklung Udjo, beliau berhasil memeperkenalkan sekaligus mampu membuat angklung dapat diterima oleh seluruh masyarakat Indonesia termasuk turis manca negara.

Berkat peran Mang Udjo, alat musik angklung dapat terus mengalami pengembangan dan perbaikan mengikuti perkembangan zaman.

Ukuran bamboo dapam pembuatan angklung disesuaikan dengan kuran tertenru, sesuai dengan bunyi nada yang diinginkan. Sehingga ketika angklung digoyang, getaran dan benturan bambu akan menghasilkan berbagai bunyi yang merdu dan harmoni (tidak fals).

***

Itulah daftar nama alat musik tradisional dari seluruh provinsi di Indonesia yang paling populer dimainkan dalam pementasan seni pertunjukan musik, baik tingkat naional maupun Internasional.

Jangan lupa untuk mecoba belajar bermain alat musik tradisional ya! Semoga dengan kita mengetahui dan mempelajari kearifikan lokal dengan segara keragaman pernak-perniknya, jiwa nasionalisme serta patriotisme kita semakin meningkat pula. Merdeka !

Leave a Comment