[Info+] Sukses Bisnis Lewat Panduan Cara Budidaya Ikan Lele Kolam Terpal

[Info+] Sukses Bisnis Lewat Panduan Cara Budidaya Ikan Lele Kolam Terpal

Panduan cara budidaya ikan lele- Di berbagai kota besar di Indonesia, tingkat konsumsi ikan lele terus mengalami peningkatan. Jumlah konsumsi ikan juga membuat permintaan pasar meningkat. Harga terjangkau juga menjadi salah satu faktornya.

Perlu diketahui, bahwa biaya operasional untuk ternak ikan lele lebih rendah dibandingkan dengan usaha peternakan unggas apalagi budidaya jenis ikan hias akuarium. Oleh sebab itu, bisnis budidaya lele merupakan alternatif bisnis yang dengan modal usaha kecil.

Simulasi Hitungan Matematika Modal Budidaya Ikan Lele

gambar-ikan-lele-cara-budidaya-ikan-lele-analisa-modal-usaha
sumber: https://economy.okezone.com

Salah satu bisnis budidaya yang sedang naik daun dan memiliki prospek bisnis cerah adalah usaha budidaya lele, khususnya yang terkait dengan proses budidaya pembesaran ikan lele.

Coba saja hitung dan kalkulasi potensi income dari setiap ikan lele yang laku. Bayangkan jika setiap warung pedagang kaki lima (PKL), restoran dan warung Lamongan menyediakan menu ikan lele, dan mereka buka berjualan di sore hari hingga tengah malam. Berapa besar potensi kebutuhan konsumsi ikan lele coba?

Perlu diketahui bahwa dalam dunia ternak lele, terdapat tiga macam jenis kolam budidaya yang bisa dipakai. Anda bisa melakukan budidaya lele dengan kolam terpal (cara paling mudah dan murah), kolam tanah, dan kolam beton.

Berikut contoh analisis usaha bisnis bididaya ikan lele di kolam terpal yang kami kutip dari buku Penganguran Kaya Raya terbitan tahun 2016.

  1. Modal Investasi Awal
    • 2 buah terpal Rp 600.000,00
    • Bambu Rp 300.000,00
    • Paku 1 kg Rp 10.000,00
    • Lain-lain Rp 40.000,00
      • Total Rp 950.000,00
  2. Biaya Operasional Bulanan
    • Bibit lele 2.000 ekor Rp 500.000,00
    • Pakan lele Rp 500.000,00
    • Vitamin dan obat ikan lele Rp 100.000,00
      • Total Rp 1.100.000,00
  3. Asumsi Pendapatan per Bulan
    • Pendapatan dari asumsi panen lele berhasil tanpa hambatan. Asumsi panen 500 kg dengan potensi kematian sebesar 10%, dimana harga lele Rp 10.000,00/ kg maka asumsi potensi pendapatan sebesar Rp 5.000.000,00
    • Penghitungan potensi profit dihitung dari keuntungan pendapatan dikurangi biaya operasional bulanan, penghitungannya menjadi sebagai berikut: Rp 5.000.000,00 – Rp 1.100.000,00 = Rp 3.900.000,00

Perlu menjadi catatan, simulasi hitungan matematis tersebut diatas keuntungan untuk panen perdana (pertama). Bisa lebih besar untuk panen selanjutnya, sebab tidak diperlukan lagi penganggaran pembuatan kolam baru.

Karena harga barang bahan baku persiapan budidaya lele berbeda-beda di setiap daerah, tentu saja akan memepengaruhi tingkat profitabilitas usaha.

Selain itu, dalam simulasi perhitungan diatas juga diasumsikan bahwa kita menggunakan lahan pribadi. Tidak sewa lahan maupun sewa tanah, sehingga hemat modal awal.

Asumsi ini juga tidak memperkerjakan orang lain sebagai karyawan. Semua kegiatan operasional ternak lele dijalankan sendiri.

 

Segmen Usaha Budidaya Lele

Dalam dunia pembudidayaan ikan lele, terdapat dua segmen usaha yang berkaitan dengan usaha ternak lele.

(1) Segmen pembenihan ikan lele

Segmen usaha pembenihan ikan lele berfokus pada tujuan untuk bisa menghasilkan bibit benih ikan lele berkualitas unggul.

(2) Segmen pembesaran bibit ikan lele

Sedangkan segmen usaha pembesaran ikan lele lebih berfokus pada tujuan untuk selalu mampu menyediakan stok ikan lele siap konsumsi sesuai permintaan pasar.

 

7 Langkah Cara Budidaya Ikan Lele bagi Pemula 

gambar-ikan-lele-cara-budidaya-ikan-lele-kolam-terpal-tanah
sumber: http://leleciranjang-cianjur.blogspot.com

Budidaya ikan lele, dewasa ini menjadi primadona bisnis di bidang dunia perikanan. Disetiap sudut kota dan di pinggir jalan raya, hingga ke rumah makan dan restoran kelas atas, selalu ada saja menu makanan yang menyajikan makanan olahan daging lele.

Jenis ikan satu ini sangat digemari oleh banyak masyarakat Indonesia. Selain memiliki cita rasa gurih dan renyah, harga ikan lele yang murah membuat semua kalangan masyarakat bisa menikmati hidangan dari jenis ikan air tawar konsumsi ini.

Melihat potensi dan peluang bisnis yang ada dalam ikan lele. Tidak sedikit para pebisnis dan peternak ikan yang kemudian mencoba berbagai metode baru cara budidaya ikan lele yang efektif dan efisien.

Masuknya pengusaha kreatif dalam dunia perikanan, khususnya yang terkait dengan ternak lele, membuat produk turunan olahan ikan lele menjadi lebih beragam.

Sekarang ini, produk makanan dari hasil olahan daging lele tidak hanya terbatas pada lele goreng crispy dan lele penyet. Variasi resep olahan ikan lele telah berkembang menjadi abon lele, bakso lele, lele mayonnaise, burger lele, fillet lele. lele kremes, lele teriyaki, dan masih banyak variasi menu lainnya.

Pada kesempatan kali ini, tim pusat pandang (Puspa) akan membahas tahap-tahap persiapan budidaya ikan lele segmen pembesaran.

 

Penyiapan Kolam Budidaya Ikan Lele

Ada berbagai macam tipe kolam budidaya yang digunakan, sebagaimana dijelaskan dalam panduan cara budidaya ikan lele. Tentu saja setiap tipe kolam pasti memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing.

Untuk memutuskan, jenis kolam ikan apa yang paling sesuai bila ditunjau dari segi usaha budidaya. Harap bahan pertimbangan didasarkan pada kondisi lingkungan, ketersediaan modal usaha dan sumber dana serta ketersediaan tenaga kerja dan kualitas tenaga kerja.

Jenis tipe kolam yang umum digunakan dalam usaha bisnis budidaya ikan lele, diantaranya adalah kolam tanah, kolam terpal, kolam semen, jaring apung, dan keramba.

Jenis kolam tanah lebih sering digunakan dan familiar bagi para peternak ikan di Indonesia. Kami menjelaskan cara membuat kolam ikan dari tanah. Metode ini juga bisa diterapkan apabila anda ingin membuat kolam ikan dari terpal. Apalagi kebutuhan modal kolam terpal lebih murah.

Adapun langkah tahapan-tahapan dalam pembuatan kolam tanah adalah sebagai berikut:

1. Pengeringan dan Pengolahan Lahan Tanah Kolam Budidaya

Kolam harus dikeringakan terlebih dahulu, sebelum proses penyemain atau benih ikan lele ditebar. Lama pengeringan tanah kolam ikan pada umumnya berkisar antara 3-7 hari, tergantung kondisi cuaca dan terik sinar matahari.

Standar kualitas kolam ikan dalam proses pengeringan, bisa berpatokan pada bentuk tampilan kondisi tanah. Apabila permukaan tanah sudah retak di berbagai sudut, kolam tanah bisa dianggap sudah cukup kering dan sudah layak digunakan.

Tujuan pengerian kolam adalah untuk memutus rantai hidup keberadaan mokroorganisme jahat, yang bisa menjadi sumber penyakit dan wabah penyakit ternak.

Dengan pengeringan dan penjemuran, beberapa uji coba dan penelitian membutuhkan bahwa mikroorganisme patogen akan mati. Setelah tanah dikeringakan, balik tanah dengan cangkul atau alat bajak.

Proses pembajakan tanah berfungsi untuk memperbaiki tingkat kegempuran tanah dan membuang gas beracun yang tertimbun di dalam tanah.

Selain menghilangkan berbagai jenis gas beracun, seperti amonia dan hidrogen sulifida. Pembajakan tanah juga akan turut membantu proses pengangkatan endapan lumpur hitam dan tanah liat yang berbau busuk yang kurang sehat.2.

2. Pengapuran dan Pemupukan

Proses pengapuran kolam budidaya ikan menggunakan jenis kapur tohor atau dolomit. Fungsi pengapuran air kolam adalah untuk menyeimbangkan tingkat keasaman air kolam sekaligus memberantas kuman dan membunuh mikroorganisme patoken penyebab penyakit.

Cara pengapuran kolam budidaya dilakukan dengan cara menebar kapur di permukaan dasar kolam secara merata. Jangan lupa untuk membalik tanah agar kandungan zat kapur bisa meresap secara merata hingga ke bagian dalam tanah.

Semakin asam tanah, maka semakin besar dosis kapur yang diperlukan. Dosis zat kapur yang dibutuhkan untuk proses pengapuran berkisar antara 250-750 gram per meter persegi, tergantung derajat keasaman tanah.

Setelah langkah pengapuran kolam selesai,  lanjutkan dengan pemupukan tanah. Selalu gunakan pupuk organik yang ditambah dengan pupuk urea dan TSP.

Contoh jenis pupuk organik yang disarankan adalaj pupuk kandang dan pupu kompos.  Dosis pupuk organik sebanyak 250-500 gram per meter persegi. Sedangkan dosis pupuk kimia urea dan TSP masing-masing 15 dan 1 gram per meter persegi.

Proses pemupukan tanah yang tepat akan mengberikan hasil panen yang maksmal.Sebab tujuan pemupukan tanah adalah untuk menyedikan nutrisi dan makanan bagi biota air yang menjadi makanan alami lele, seperti cacing dan fitoplankton.

3. Pengaturan Air Kolam Budidaya

Pengaturan pengisisan air kolam ikan lele dilakukan secara bertahap. Setelah permukaan tanah dipupuk, isi kolam budidaya dengan air sampai batas 30-40 cm. Kemudian biarkan dan diamkan air kolam ikan agar tersinari matahari selama kurun waktu seminggu.

Tujuan pengisian kolam ikan secara bertahap agar sinar matahari bisa tembus hingga dasar kolam. Sehingga bisa membantu pertumbuhan biota dasar kolam tumbuh dengan baik.

Tanda air kolam kolam yang sudah ditumbuhi fitoplankton atau gangga hijau adalah warna air berubah warna menjadi kehijauan.

Setelah kurang lebih satu minggu, ditandai dengan tumbuhnya gangga hijau dalam air kolam budidaya, bibit benih ikan lele siap disemai di kolam tanah. Tambah air kolam ikan secara berkala sesuai dengan tingkat pertumbuhan ikan lele. Dimana ketinggian air kolam budidaya ikan lele yang ideal adalah 100-120 cm.

Pemilihan Benih Ikan Lele

Kualitas bibit benih ikan lele adalah merupakan salah satu faktor penentu tingkat kesuksesan usaha budidaya ikan lele.

Bibit ikan lele bisa anda dapatkan dengan cara membelinya langsung di pasar ikan atau sentra perikanan. Bisa juga bibit lele diperoleh dari hasil melakukan proses pembenihan ikan lele mandiri (pembibitan sendiri).

  • Syarat Benih Unggul

Untuk menghasilkan hasil panen ikan yang maksimal dan berkualitas tinggi, pilihlah benih ikan yang sehat. Ciri-ciri benih ikan sehat terlihat dari gerakan ikan lincah, tidak mengalamai cacat atau luka, dan bebas dari penyakit.

ukuran panjang benih ikan lele pada umumnya berkisar antara 2-7 cm. Dimana dalam angka waktu pemeliharaan 2.5-3.5 bulan, benih lele sudah berubah menjadi ikan lele konsumsi sebesar 9-12 ekor per kilogramnya.

  • Cara Menyemai Benih Ikan Lele

Lakukan adaptasi iklim terlebih dahulu, sebelum benih ikan disemai ke kolam budidaya. Cara penyesuaian iklim bisa dilakukan dengan cara memasukkan ember berisi benih ikan ke dalam kolam budidaya. Biarkan selama beberap menit.

Setelah sekitar 15 menit, atau kira-kira telah terjadi adaptasi penyesuaian suhu tempat benih dengan suhu air kolam. Miringkan wadah ikan dan biarkan benih keluar sendiri. Cara ini juga efektif mencegah stres pada benih ikan.

Pakan Ikan Lele

Pakan ternak merupakan komponen biaya terbesar dalam dunia budidaya ikan lele. Di pasaran sendiri, terdapat banyak sekali merek dan jenis pakan ikan lele. Pilih pakan yang mengandung Food Convertion Ratio (FCR) lebih kecil dari satu.

FCR adalah rasio perbandingan jumlah pakan terhadap tingkat pertumbuhan daging ikan. Sehingga kualitas pakan semakin baik, bila hasil FCR semakin kecil.

Karena harga pakan ternak berkualitas mahal harganya. Cobalah hindari merk produk pakan komersial yang ada di pasaran. Anda masih bisa mencapai hasil panen ternak lele maksimal dengan biaya yang minimal. Salah satunya dengan menerapkan pemberian pakan utama dan pakan tambahan secara berimbang.

Pengelolaan Air Kolam Budidaya

Pengelolaan air kolam ikan merupakan faktor penting dan utama untuk menghasilkan hasil panen berkualitas. Petambak ikan harus memperhatikan arus irigasi air kolam budidaya dan drainase air kolam budidaya.

Perhatikan kualitas air, jangan sampai ada timbunan sisa pakan yang tidak habis di dasar kolam hingga menumpuk. Sebab bisa menimbulkan bau busuk.

Untuk mengatasi bau busuk pada kolam ikan, buang sepertiga air bagian bawah dan isi dengan air baru.

Pengendalian Hama dan Penyakit 

Hama budidaya lele ada dua. Pertama hama pesaing mencari mangsa, contohnya adalah ikan mujair. Sedangkan yang kedua adalah hama predator, yang kemungkinan akan memangsa ikan lele, seperti ular, burung dan musang air.

Untuk melindungi lele dari serangan hama, anda bisa memasang jaring saringan pada jalan pintu masuk air dan keluar air sera memasang pagar pelindung di sekiliking kolam budidaya.

Panen Budidaya Ikan Lele

Tips cara melakukan panen ikan lele. Sebelum melakukan panen, sebaiknya ikan lele jangan diberi makan minimal satu hari sebelumnya (24 jam). Lakukan sortasi atau pemisahan pengelompokan lele berdasarkan ukurannya. Ikan lele yang sudah disortasi akan meningkatkan pendapatan bagi peternak.

Leave a Comment