Tambah Seorang Pelajar, Korban Tewas Miras Oplosan Menjadi 44 Orang

Tambah Seorang Pelajar, Korban Tewas Miras Oplosan Menjadi 44 Orang

Korban tewas miras oplosan di Cicalengka (Kabupaten Bandung) bertambah menjadi 44 orang. 32 orang tewas di RSUD Cicalengka , 3 orang di RSUD Majalaya dan 7 orang di RS AMC Cileunyi.

Korban terakhir, seorang pelajar bernama Diki menghembuskan nafas terakhir sekitar pukul 10.00 WIB, Jumat 23 Maret 2018.

Dafa (18) teman korban menuturkan. Diki menenggak miras oplosan bersama 3 temannya. Mereka pesta miras di sebuah pangkaln ojek. Setelah pesta miras, seluruh pelaku kemudian dibawa ke rumah sakit, dimana ketiga teman Diki kemudian dinyatakan meningga dunia.

Mirisnya lagi, Diki sebenarnya sudah pulang dan selamat tetapi kemudian minum lagi. Akibatnya ia harus dibawa ke rumah sakit lagi untuk menjani perawatan.

Sebagai bentuk respon akan kejadian ini, ratusan pemuda Cicalengka kemudian berkumpul di selasar alun-alun kota untuk melakukan aksi. Aksi solidaritas para pemuda ini dilakukan dengan melakukan deklarasi penolakan terhadap peredaran miras dan narkoba.

“Aksi kami ini adalah aksi solidaritas dan aksi simpatis. Kami menolak peredaran miras dan narkoba di daerah Cicalengka, khususnya peredaran di kalangan pelajar. Kami disini juga mengajak para pelajar dan pemuda untuk menjauhi serta berani menolak miras dan narkoba,” tutur Irwan (22), ketua aksi.

Sekitar 10 komunitas pemuda rencananya akan membuat petisi yang ditujukan kepada pemerintah dan instansi terkait. Komunitas ini akan menjalin kerjasama dengan instansi terkait guna menjaga kekondusifan wilayah Cicalengka. Sehingga Cicalengka bisa bersih dan jauh dari peredaran miras oplosan.

Akbar Rudiansyah (18) salah satu perwakilan peserta aksi, perwakilan pelajar kelas XII SMAN 1 Cicalengka mengaku miris dan prihatin dengan kejadian ini. Puluhan warga menjadi korban tewas miras oplosan, “Ini merupakan suatu hal yang sia-sia dan memprihatikan sekali”.

“Melihat ironi ini, kita sebagai pemuda pemuda Cicalengka harus bisa pemudi. Apalagi beberapa korban tewas, statusnya amsih sebagai pelajar. Seharusnya instansi-instansi terkait bisa mengarahkan peserta didiknya. Para peserta didik harus diarahkan untuk selalu menjauhi miras, apalagi miras oplosan”, jelas Akbar.

Para peserta aksi dari 10 komunitas pemuda Cicalengka Kabupaten Bandung ini berharap, semoga aksi mereka ini bisa membawa manfaat serta menyadarkan kita semua. Mereka berharap aksi solidaritas ini bisa menjadi langkah awal, alat pemersatu masyarakat, instansi terkait dan pemerintah untuk tidak apatis lagi dengan kejadian serupa.

Leave a Comment