Pengertian Bonus Demografi Indonesia Beserta Dampak Pengaruhnya

Pengertian Bonus Demografi Indonesia Beserta Dampak Pengaruhnya

Apakah anda pernah mendengar istilah “bonus demografi”? Kalau belum pernah mendengarnya, dan kata tersebut masih asing di telingan anda. Maka mari kita coba mengakrabkan diri dengan istilah penting ini.

Sektor sumber daya manusia (SDM), selalu menjadi kunci utama sekaligus memegang peranan penting dalam proses pembangunan bangsa. Dimana tingkat keberhasilan pembangunan suatu bangsa, salah satunya ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang dimiliki bangsa tersebut.

Demikian pula dengan bangsa kita. Pada masa pembangunan seperti sekarang ini, Negara Indonesia sangat membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas dan terampil.

Berkaitan dengan hal ini, ada suatu hal yang perlu anda ketahui. Indonesia sekarang sedang berada pada suatu tahapan yang saat krusial dan menentukan. Terutamanya sebagai sebuah bangsa yang masih dalam masa pembangunan.

Oleh sebagian besar ahli ilmu sosial, tahapan krusial ini disebut sebagai era bonus demografi. Dimana era tersebut sebenarnya sudah dimulai dan diperkirakan akan mencapai puncaknya pada rentang waktu tahun 2025-2030.

Sayangnya, ada yang mengungkapkan bahwa bonus demografi hanya akan dialami Indonesia sekali seumur hidup. Oleh karena itu, menjadi penting baik kita semua, baik pelajar, mahasiswa, guru, dosen, akademisi, masyarakat umum, maupun pihak lainnya untuk memahami seluk beluk bonus demografi.

Sebagai upaya untuk memahami seluk beluk dari bonus demografi itulah, maka tim redaksi pusat pandang (Puspa) akan memberikan penjabarannya secara lengkap, sebagai berikut:

 

Pengertian Bonus Demografi Indonesia

gambar-pengertian-bonus-demografi-adalah-dampak-bonus-demografi-indonesia-solusi
sumber: http://www.seputarpembahasan.com

Bonus demografi adalah suatu keadaan dimana jumlah penduduk usia produktif lebih besar dibandingkan dengan jumlah penduduk usia non produktif. Kondisi demikian, memiliki nilai positif dan keuntungan besar bila dikelola secara profesional.

Kondisi dimana jumlah penduduk usia produktif lebih besar dibandingkan usia non produktif mengandung arti bahwa potensi beban ketergantungan penduduk akan berkurang apabila kelebihan dari potensi bonus demografi dikelola dan dimanfaatkan dengan baik.

Banyak negara lain yang telah terbukti sukses memaksimalkan peluang bonus demografi di negaranya, seperti Malaysia, Thailand, Korea Selatan dan negara-negara lainnya.

Meskipun demikian, tetap saja masih ada negara yang gagal memaksimalkan keadaan bonus demografi yang dimiliki negaranya. khususnya negara-negara yang ada di Benua Afrika, seperti Ethiopia dan lain sebagainya.

Pengertian Rasio Ketergantungan Penduduk

gambar-pengertian-bonus-demografi-adalah-pengertian-rasio-ketergantungan-penduduk-dependency
sumber: https://media.ihram.asia

Era bonus demografi ditandai dengan dominasi jumlah penduduk usia produktif atas jumlah penduduk tidak produktif. Sekedar informasi, penduduk usia produktif adalah penduduk yang berada pada rentang umur 15-64 tahun.

Salah satu indikator yang bisa digunakan untuk melihat adanya potensi bonus demografi pada suatu negara adalah dengan melihat jumlah angka rasio ketergantungan penduduk yang rendah.

Rasio ketergantungan adalah perbandingan antara jumlah penduduk usia non produktif dengan jumlah penduduk usia produktif.

Untungnya, berdasarkan grafik tren rasio ketergantungan (depency ratio) penduduk Indonesia selam kurun waktu 1971-2016 yang dimiliki Badan Pusat Statistik (BPS). Rasio ketergantungan penduduk Indonesia menunjukkan tren data semakin menurun hingga sebesar 48.4 % pada tahun 2016.

Cara Membaca Data Rasio Ketergantungan Penduduk

Merujuk pada data Badan Pusat Statistik Republik Indonesia (BPS RI). Arti rasio ketergantungan 48,4% dapat ditafsirkan sebagai berikut:

Terdapat 48-49 orang non produktif, bisa terdiri atas anak-anak usia 1-15 tahun maupun para orang tua yang telah berusia diatas 64 tahun. Dimana kehidupan dari 48-49 orang tidak produktif tadi akan ditopang dan ditanggung kehidupannya oleh 100 orang usia produktif.

Rasio Ketergantungan Penduduk Indonesia (1971-2016)

Rasio ketergantungan Indonesia pada tahun 2016, sudah jauh berkurang dibandingkan dari hasil rasio yang sama pada tahun 1971 yang masih sebesar 86%.

Trend positif grafik ratio ketergantungan, sebenarnya telah terlihat tingkat penurunannya hingga dibawah 50% sejak tahun 2012.

Berdasarkan rangkuman data dari BPS, jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2016 diperkirakan sebanyak 258 juta orang. Terdiri atas penduduk berjenis kelamin laki-laki sebanyak 129,98 juta dan penduduk berjenis kelamin oerempuan sebanyak 128,71 juta orang.

gambar-pengertian-bonus-demografi-adalah-rasio-ketergantungan-penduduk-indonesia
sumber: http://meetingoftheminds.org

Dari grafik data jumlah penduduk Indonesia tahun 2016 yang diterbitkan oleh BPS, Terdapat sekitar 174 juta jiwa penduduk usida produktif, atau  sebanyak 67% dari jumlah total penduduk Indonesia.

Ha itu semakin memperkuat asumsi bahwa Negara Indonesia memang sudah mulai memasuki suatu masa emas berupa era bonus demografi.

Proyeksi puncak era bonus demografi Indonesia menurut proyeksi BPS akan dicapai antara rentang tahun 2025-2030, atau ketika jumlah penduduk usia produktif Indonesia ada pada angka minimal 70% dari total jumlah penduduk.

 

Indikator Penghitungan Perkiraan Bonus Demografi

Untuk memperoleh hasil penghitungan yang akurat, presisi dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat luas. Proses perhitungan harus dilakukan secara cermat dan teliti.

Berikut beberapa data yang digunakan untuk mengetahui indikator keadaan demografi orang Indonesia:

  1. Jumlah penduduk usia produktif lebih banyak dibandingkan penduduk usia non produktif.
  2. Dampak jumlah usia produktif yang lebih besar akan mengakibatkan beban hidup menjadi lebih ringan, karena hidup penduduk usia non produktif akan ditanggung oleh penduduk usia produktif.
  3. Bonus demografi akan diawali dengan transisi demografi yang melihat pada hasil sensus sebelumnya.

Pengertian Sensus Penduduk

gambar-pengertian-bonus-demografi-adalah-pengertian-sensus-penduduk-adalah
sumber: https://www.shutterstock.com

Sensus penduduk adalah suatu proses yang dilakukan oleh seseorang atau lembaga dengan tujuan untuk mendapatkan informasi deskriptif tentang anggota suatu pupulasi di daerah tertentu.

Kegiatan Sensus penduduk di Indonesia dikenal juga dengan dengan istilah cacah jiwa. Sedangakan lembaga negara yang berwenang melakukan sensu penduduk di Indonesia adalah Badan Pusat Statistik (BPS).

 

Manfaat Bonus Demografi Bagi Indonesia

gambar-pengertian-bonus-demografi-adalah-manfaat-bonus-demografi-bagi-indonesia
sumber: https://www.routesonline.com

Banyak manfaat yang bisa diperoleh bangsa Indonesia dari keadaan bonus demografi yang dialaminya. Salah satu manfaat utama sekaligus manfaat terbesar dari adanya bonus demografi bagi Indonesia adalah merubah tingkat ekonomi Indonesia dari negara berkembang menjadi negara maju.

Pernyataan tersebut, bukanlah suatu hal yang mustahil terjadi. Sebab dengan adanya bonus demografi di Indonesia, maka jumlah penduduk produktif di usia kerja lebih besar dibandingkan usia tidak bekerja.

 

Syarat Mencapai Keuntungan Bonus Demografi

gambar-pengertian-bonus-demografi-adalah-syarat-sukses-bonus-demografi-indonesia
sumber: https://en.as.com

Kondisi suatu negara yang memperoleh bonus demografi sebenarnya merupakan suatu anugerah dan berkah yang membawa keuntungnga bagi bangsa dan negara. Namun, bonus demografi harus dimanfaatkan dengan baik, keloka secara profesional.

Sebab banyak pula dari pengalaman negara lain, mereka mempunyai kesempatan emas dari adanya bonus demografi di negara. Namun mereka gagal memanfatkannya secara maksimal, sehingga bonus demografi justru berubah menjadi kerugian negara.

Berikut syarat-syarat yang harus dilakukan oleh suatu negara berkembang, agar bonus demografi penduduk bisa berubah menjadi keuntungan negara.

Mulai dari peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat, peningkatan kualitas dan kuantitas pendidikan, pengendalian jumlah penduduk, hingga kebijakan ekonomi yang mendukung terciptanya fleksibilitas tenaga kerja dan pasar serta keterbukaan perdagangan dan saving nasional.

Kualitas Penduduk Indonesia

Secara kuantitas, jumlah penduduk Indonesia saat mengalami bonus demografi tidak perlu diragukan lagi seberapa besar jumlahnya. Bahkan merupakan negara dengan jumlah terbesar di ASEAN (negara-negara kawasan Asia Tenggara).

Namun ketika segi kuantitas tinggi tanpa disertai dengan tingkat kualitas yang tinggi, justru akan berdampak buruk dan menimbulkan polemik. Oleh karena itu, indikator bonus demografi sudah seharusnya juga diikuti dengan tingkat pendidikan yang baik.

Tersedianya Lowongan Kerja Baru

Terbukanya lapangan kerja baru merupakan salah satu langkah penting yang harus dilakukan oleh pemerintah dalam menyambut bonus demografi Indonesia.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan dalam keputusan kebijakan pemerintah Indonesia terkait penyediakan lapangan pekerjaan baru bagi warga negaranya.

Pemerintah bisa mendorong peningkatan investasi di dalam negeri dengan mengundang investor asing dari negara maju atau dengan mendorong dan memfasilitasi masyarakat untuk menjadi enterpreneur (pengusaha) baru.

Program keluarga berencanmerupakan salah satu program andalan utama BKKBN. Menurut Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional salah satu fungsi keluarga adalah melaksanakan program keluarga berencana.

Fungsi program keluarga berencana adalah untuk menekan jumlah pertumbuhan keluarga agar tidak melonjak secara drastis dan mudah dikontrol.

Sebab dampak pertumbuhan penduduk yang tidak terkontrol justru bisa menyebabkan  berbagai masalah sosial, seperti miningkatnya angka pengangguran dan meningkatnya angka tingkat kriminalitas.

 

Bahaya Bonus Demografi

gambar-pengertian-bonus-demografi-adalah-bahaya-bonus-demografi-indonesia
sumber: https://hellosehat.com

Bonus demografi tidak hanya berpotensi memberikan keuntungan saja, namun juga potensial menimbulkan ancaman berbahaya bagi suatu bangsa.

Untuk mencegah potensi dari ancaman bonus demografi yang ada, maka pemerintah harus memperhatikan tingkat Indek Pembangunan Manusia dalam setiap kebijakan pemerintah yang dikeluarkan untuk masyarakat.

Berikut faktor-faktor Indeks Pembangunan Manusia yang harus menjadi bahan pertimbangan utama dalam membuat keputusan publik:

Faktor Ekonomi

Tingkat ekonomi stabil menjadi salah satu penentu dalam memaksimalkan bonus demografi. Sebab dengan tingkat perekonomian stabil, negara menjadi mudah dalam memajukan dan meningkatkan tingkat pendapatann masyarakat.

Faktor Kesehatan

Rendahnya tingkat kesehatan masyarakat justru akan menjadi bumerang sekaligus merugikan negara karena potensi bonus dari demografi yang ada tidak bisa dimaksimalkan.

Tingkat perekonomian negara tidak bisa meningkat karena masuarakat Indonesia tidak berperilaku sehat, seperti merokok, minum-minuman keras, dan kebiasan perilaku buruk lainnya.

Sehingga perilaku tersebut berakibat pada penurunan angka angkatan kerja. Sebab banyak orang usia produktif yang berubah menajadi usia tidak produktif, baik karena sakit-sakitan, terserang penyakit berbahaya, dan lain sebagainya.

Faktor Pendidikan

Pentingnya faktor pendidikan tidak hanya ditentukan dengan tingginya angka tingkat pendidikan saja. Namun juga harus diimbangi dengan kualitas pendidikan yang diberikan.

Kualitas sistem pendidikan yang buruk akan menyebabkan banyak masyarakat menganggur, sebab skill, ketampilan, dan kemampuan angkatan kerja yang ada tidak sesuai dengan kriteria kerja yang dibutuhkan perusahaan.

Oleh sebab itu menjadi penting, peluang besar dari adanya bonus demografi penduduk harus diseimbangkan dengan sektor pendidikan.

 

Permasalahan Bonus Demografi

gambar-pengertian-bonus-demografi-adalah-permasalahan-bonus-demografi-dampak-demografi
sumber: https://www.inovasee.com

Bonus demografi tidak hanya memiliki nilai positif, tetapi juga aspek nilai negatif. Penanganan yang kurang tepat atau salah justru akan menimbulkan malapetakan besar, terutama yang terkait dengan masalah ketenagakerjaan, seperti berikut:

  • Kualitas tenaga kerja rendah.
  • Rasio jumlah angkatan kerja tidak sebanding (timpang) dengan jumlah kesempatan kerja yang tersedia.
  • Persebaran tenaga kerja tidak merata.
  • Tebatasnya kesempatan kerja.
  • Tingginya angaka pengangguran .

 

Cara Mengatasi Bonus Demografi

Berikut cara-cara yang bisa diambil untuk dijadikan solusi masalah ketenagakerjaan di Indonesia yang muncul akibat adanya bonus demografi:

Solusi Masalah Outsourcing Tenaga Kerja

gambar-pengertian-bonus-demografi-adalah-solusi-masalah-outsourcing-tenaga-kerja
sumber: https://www.wns.com

Bagi yang belum mengenal istilah Outsourcing, istilah tersebut lebih sering dikenal dengan istilah alih daya atau contracting out. Sistem outsourcing adalah suatu kegiatan pemindahan operasi dari satu perusahaan ke  tempat kerja lain.

Keputusan outsourcing biasa dilakukan perusahaan untuk memperkecil biaya produksi dan biaya operasional perusahaan atau untuk mengalihkan dan memusatkan perhatian karyawan kepada hal lain.

Masalah outsourcing mulai timbul saat ada penyimpangan berupa pergeseran fungsi outsourcing.

Fungsi pokok yang seharusnya hanya boleh diberikan untuk jenis pekerjaan bukan inti, seperti satpam dan celaning service (petugas kebersihan). Dalam perkembangannya, outsourcing seringkali digunakan untuk mengurangi hak karyawan yang seharusnya mereka peroleh, seperti alibi menutup kesempatan karyawan menjadi tenaga kerja tetap.

Kewirausahaan Sosial

gambar-pengertian-bonus-demografi-adalah-enterpreneur-kewirausahaan-sosial-social-enterpreneurship
sumber: https://www.elespacio.net.co

Terlepas dari dampak bonus demografi yang ada pada masalah pengangguran dan masalah lain terkait dengan tenaga kerja. Kita sebagai generasi penerus bangsa, sudah seharusnya memiliki jiwa kreatif dan inovatif.

Mempunyai jiwa ingin tahu dan selalu ingin maju serta ingin memecahkan masalah sosial yang ada dilingkungan sekitar, sebab kita merupakan “agent of change”.

Maka diperlukan penanaman spirit kewirausahaan dalam setipa individu pemuda bangsa. Jiwa social entrepreneurship akan mendorong sekaligus mengatasi permasalahan sosial di Indonesia, seperti masalah pengangguran.

Leave a Comment