Gambar Dan Video Lengkap Pembahasan Pemanasan Global (Global Warming)

Gambar Dan Video Lengkap Pembahasan Pemanasan Global (Global Warming)

Pemanasan global menjadi sebuah isu lingkungan yang sangat hangat diperbincangkan di berbagai belahan negara. Masyarakat dunia lebih mengenal fenomena ini dengan istilah global warming. Isu lingkungan ini menjadi masalah yang sangat besar bagi seluruh dunia

Oleh sebab itu, kita perlu benar-benar mengetahui berbagai permasalahan mengenai pemanasan global (global warming). Mulai dari penyebab terjadinya pemanasan global, proses terjadinya pemanasan global, dampak atau efek pemanasan global, hingga bagaimana cara mengatasi pemanasan global.

Pengertian Pemanasan Global (The Definition of Global Warming)

gambar: pengertian-pemanasan-global-warming
sumber: https://www.sciencesetavenir.fr

Pemanasan global adalah suatu kondisi dimana suhu rata-rata di atmosfer, laut, dan permukan bumi mengalami peningkatan. Seluruh negara di dunia pun dapat merasakan fenomena ala mini. Suhu udara terasa lebih panas dibandingkan keadaan beberapa abad kebelakang.

Seluruh negara sepakat, menjadikan fenomena pemanasan global sebagai isu lingkungan utama yang dihadapi dunia. Selama kurun waktu 100 tahun kebelakang, kenaikan suhu bumi diperkirakan telah mencapai 0,3-0,8 °C. Para ahli klimatologi meramalkan, suhu permukaan bumi akan mengalami kenaikan hingga mencapai 4 °C selama 100 tahun kedepan.

Penyebab Terjadinya Pemanasan Global (Causes of Global Warming)

Penyebab pemanasan global sangatlah kompleks, tidak hanya disebabkan oleh satu faktor saja. Pada umumnya, peningkatan suhu permukaan bumi berasal dari adanya radiasi sinar matahari.

Radiasi sinar matahari yang masuk ke atmosfer bumi berubah menjadi sinar infra merah (sinar infrared). Sinar tersebut kemudia diserap oleh udara dan permukaan bumi. Padahal sinar infrared merupakan salah satu sumber energi panas.

Kompleksnya masalah ini tidak hanya disebabkan oleh satu faktor tersebut diatas, tetapi juga beberapa faktor berikut:

Penyebab Pemanasan Global Dari Faktor Alam

gambar-penyebab-pemanasan-global-warming-dari-faktor-alam
sumber: https://dastiratnasari.wordpress.com

Faktor alam adalah salah satu penyebab pemanasan global yang berada di luar jangkauan kendali manusia. Walapupun manusia tidak bisa mengendalikan kekuatan alam, tetapi setidaknya kita bisa menyesuaikan diri (adaptasi) dengan alam. Sehingga potensi dampak buruk dari alam, bisa diminimalisir atau bahkan dihilangkan.

1. Efek Variasi Matahari

Berdasarkan beberapa penelitian yang dilakukan oleh beberapa ahli klimatologi (ilmu pengetahuan tentang iklim), dihasilkan sebuah hipotesa (dugaan sementara yang memerlukan penelitian lanjutan), bahwa pemanasan glonal dapat pula disebabkan oleh efek fenomena variai matahari.

Scafetta dan West, dua ilmuwan dari Universitas Duke pada tahun 2006 melakukan penelitian tentang efek variasi matahari terhadapa pemanasan global.

Dalam estimasi penelitian Scafetta dan West, ditemukan hasil bahwa matahari mungkin telah berkontribusi sebesar 45-50% terhadap peningkatan temperatur rata-rata global selama periode 1900-2000.

Penelitian yang dilakukan oleh Scafetta dan West kemudian dikuatkan oleh hasil penelitian Stott pada tahun 2003. Scott menjelaskan, bahwa terdapat estimasi yang berlebihan pada pengaruh matahari yang dijadikan sebagai pedoman pemanasan global terhadap efek gas rumah kaca.

2. Umur Bumi Semakin Tua

Beberapa ahli memperkirakan bahwa umur bumi yang kita tempati ini telah mencapai lebih dari 4,6 milyar tahun. Dengan usia yang sudah sangat tua, pasti juga diikuti dengan hilangnya kemampuan-kemampuan tertentu.

Ditambah dengan perilaku buruk manusia yang menenpatinya, maka tidak aneh apabila kemudian konsidi bumi semakin memburuk.

3. Efek Rumah Kaca (Green House Effect)

Teori efek rumah kaca menjadikan matahari sebagai subjek utamanya. Matahari adalah sumber energi utama bagi bumi. Sumber energi matahari, sebagian bisa diperoleh bumi dalam bentuk sinar radiasi.

Sinar pendek (cahaya yang tampak mata atau bisa dilihat) adalah salah satu contoh sumber energi bumi dari adanya radiasi sinar matahari.

Sinar pendek ini akan berubah dari cahaya menjadi energi panas (sinar infrared) yang mampu menghangatkan ketika mengenai permukaan bumi. Permukaan bumi akan menyerap energi panas ini, namun sebagian energi yang tidak mampu terserap oleh permukaan bumi akan dipantulkan kembali..

Sayangnya, pantulan balik sinar pendek sering kali tidak mampu terpantul hingga ke luar angkasa. Sebagian energi panas yang ada terperangka di dalam lapisan atmosfer bumi.

Energi yang terperangkap tersebut, dalam kurun waktu yang lama akan berakumulasi menajadi semakin besar jumlahnya. Campuran sinar infrared, gas karbondioksida dan metana yang pada lapisan atmosfer berubah menjadi perangka gelombang radiasi yang sangat berbahaya efeknya.

Perangkap gelombang radiasi dalam jumlah besar berubah menjadi berbahaya karena akan menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan bumi. Akibatnya suhu permukaan bumi akan meningkat karena energi panas dari radiasi matahari tidak dapat dipantulkan ke luar agkasa.

Fenomena tersebutlah yang disebut dengan efek rumah kaca. Gas-gas perangkap radiasi memiliki sifat seperti kaca pada rumah kaca yang biasa digunakan sebagai tempat menanam tumbuhan tertentu.

Pada dasarnya, efek rumah kaca pada tumbuhan juga dibutuhkan oleh seluruh makhluk hidup yang ada di bumi. Tanpa ada efek rumah kaca dari kumpulan gas-gas perangkap radiasi sinar matahari, bumi akan menjadi sangat dingin.

Suhu bumi yang terlalu dingin akan menyababkan seluruh permukaan bumi tertutupi dengan es. Akan tetapi, apabila gas-gas di atmosfer bumi berlebihan jumlahnya, hal tersebut juga berdampak kurang baik karena menjadi pemicu  penyebab terjadinya pemanasan global.

4. Efek Umpan Balik Sinar Radiasi Matahari

Efek umpan balik adalah dampak (efek) alamiah alam yang terjadi selama proses pemantulan sinar pendek radiasi matahari oleh permukaan bumi. Efek ini juga merupakan salah satu penyebab terjadinya pemanasan global.

Contoh efek umpan balik radiasi sinar matahari adalah pada proses penguapan air. Penguapan air bisa terjadi karena adanya panas dari sinar matahari. Semakin panas permukaan bumi, maka semakin tinggi pula tangkat penguapannya.

Proses penguapan air akan menyebabkan udara menjadi lebih lembab, karena lebih banyak jumlah partikel air yang menguap ke atmosfer. Padahal di sisi lain, uap merupakan salah satu jenis gas pembentuk rumah kaca.

Sebagaimana air yang akan mendidih ketika direbus. Begitu juga dengan uap air di udara (atmosfer bumi). Jumlah uap air yang terlalu besar di udara justru akan menyebabkan suhu bumi menjadi lebih panas, karena suhu uap air pasti meningkat ketika terkena radiasi sinar matahari.

5. Lapisan Ozon Menipis (Lapisan Ozon Berlubang)

Banyaknya polusi udara berupa gas-gas tertentu di lapisan atmosfer bumi menyebabkan lapisan ozon semakin tipis atau bahkan lapisan ozon sampai mengalami kebocoran. Padahal lapsan ozon sangat berminfaat dalam melindungai kehidupan makhluk hidup di permukaan bumi.

Lapisan ozon berfungsi untuk memfilter gelombang sinar radiasi yang berbahaya agar tidak sampai ke permukaan bumi. Akan tetepai hal ini sudah terjadi, lapisan ozon semakin tipis dan pada beberapa titik lapisan ozon telah mengalami kebocoran.

Penyebab Pemanasan Global Dari Faktor Lingkungan Masyarakat

Salah satu penyebab utama terjadinya pemanasan global adalah akibat dari perilaku buruk manusia. Manusia memperlakukan bumi secara sembarangan, sumber daya alam dikuras habis, dan pencemaran lingkungan dilakukan dimana-mana.

Berikut perilaku buruk manusia yang ikut menjadi penyebab terjadinya pemanasan global:

Pulusi Udara Asap Pabrik

Hadirnya pabrik diberbagai negara, salah satunya adalah untuk memberikan dampak kesejahteraan kepada masyarakat umum berupa terbukanya lapangan kerja baru. Tetapi dengan semakin banyaknya pabrik yang beroperasi, maka semakin banyak pula polusi asap setiap harinya yang dapat memicu pemanasan global.

Polusi Udara Karbondioksida (Co2) Akibat Jumlah Kendaraan Meningkat

Semakin banyak orang yang beralih dari transportasi ke jenis kendaraan pribadi. Akan mengakibatkan jumlah kendaraan di jalanan semakin padat. Ketika jalanan padat, maka kemacetan tidak dapt dihindari.

Padahal ketika macet terjadi, justru akan membuang bahan bakar secara sia-sia. Polusi udara dari asap kendaraan bermotor selain berefek buruk bagi kesehatan, ternyata juga turut menjadi penyebab pemanasan global.

Konsumsi Listrik Tidak Hemat (Boros) Akibatkan Penggunaan Energi Fosil Berlebihan

Kehidupan masyarakat modern sangat erat hubungannya dengan penggunaan  alat elektronik. Hampir dalam semua aktivitas pasti menggunakan alat elektronik. Semakin sering dan banyak kita menggunakan alat ini, maka energi yang dibutuhkan dari pembangkit listrik pun akan semakin besar pula.

Ketika sebagian besar pembangkit listrik masih mengguankan bahan bakar fosil sebagai alat penggeraknya. Maka polusi udara penyebab pemanasan global, secara tidak langsung semakin banyak pula diproduksi.

Hutan Gundul Akibat Kebakaran Hutan Dan Penebangan Hutan Liar (Illegal Logging)

Jumlah penduduk dimuka bumi ini semakin lama semakin padat. Maka atas dasar pemenuhan kebutuhan permukinan, tidak jarang kemudian membuka hutan untuk dijadikan sebagai permukiman baru.

Kebakaran hutan karena memang sengaja dibakar juga sering terjadi. Hal ini biasanya dilakukan setelah menemui jalan buntu ingin membuka lahan baru seara hukum legal, tetapi ada juga oknum yang sengaja melakukan pembakaran hutan agar mempersingkat proses administrasi legalnya.

Ketika hutan dibakar dan gundul, maka fungsi pepohonan sebagai pengatur suhu akan hilang. Polusi asap terus diproduksi, tetapi pohon yang berfungsi menyerapkan Co2 (karbondioksida) justru tidak ada. Maka tentu saja pemanasan global tidak dpat dihindari.

Proses Terjadinya Pemanasan Global

gambar-proses-terjadinya-pemanasan-global-process-global-warming
sumber: http://syauqiasmara.blogspot.co.id

Proses pemanasan global tidak terjadi secara tiba-tiba, banyak pula aktor yang kemudian mempengaruhi cepat lambatnya fenomena ini terjadi. Tahapan demi tahapan proses pemanasan global bdapat digambarkan sebagai berikut.

Setiap hari radiasi sinar matahari memasuki lapisan atmosfir bumi. Tumbuhan, air, tanah dan komponen lainnya akan segera menyerap energi sinar matahari ketika mencapai permukaan bumi.

Dimana sebagian energi yang tidak terserap dalam proses tersebut diatas, kemudian akan dipantulkan lagi ke atmosfer (angkasa). Sayangnya, pada lapisan atmosfer bumi banyak terdapat gas efek rumah kaca (gas karbondioksida, metana , uap air, dan sebagainya) yang justru bersifat menolak sinar radiasi.

Energi matahari yang seharusnya dipantulkan keluar bumi menjadi terperangkap tidak bisa keluar, tetapi justru tipantulkan balik kembali ke bumi. Akibatnya permukaan bumi menjadi lebih panas karena energi dari matahari terjebak tidak bisa keluar dari lapisan atmosfer bumi.

Dampak Pemanasan Global

gambar-dampak-pemanasan-global-efek-global-warming
sumber: http://learninghood.ca

Efek dari pemanasan global akan sangat berpengaruh terhadapa kelangsungan makhluk hidup di bumi. Baik yang secara langsung bisa dirasakan oleh manusia, amaupun dampak yang tidak bisa secara langsung dirasakan efek buruknya oleh manusia.

Dampak Pemanasan Global Bagi Mahkluk Hidup Di Bumi

Tidak hanya manusia, makhluk hidup lain seperti hewan dan tumbuhan pasti juga akan mengalami efek buruk dari terjadinya pemanasan global. Efek buruk yang kemungkinan akan dirasakan makhuk gidup di bumi adalah sebagai berikut:    

  1. Wabah penyakit.
  2. Krisis air dan pangan.
  3. Terumbu karang terancam rusak dan hancur.
  4. Migrasi flora dan fauna (hewan dan tumbuhan).
  5. Bencana alam (banjir, kekeringan, topan dan badai lebih kuat kuat).

Dampak Pemanasan Global Bagi Ekosistem

gambar-dampak-pemanasan-global-efek-global-warming-bagi-hanitat-ekosistem
sumber: https://www.ngerangkum.com

1. Perubahan Iklim Ekstrim (Extreme Climate Change)

Pemenasan global, selain menyebabkan suhu rata-rata permukaan bumi naik, juga menyebabkan tinggi permukaan air laut naik. Perubahan kedua faktor tersebut di berbagai lokasi tentu akan sangat berpotensi mengakibatkan perubahan iklim secara ekstrim dan mendadak.

Perubahan iklim secara ekstrim biasaya ditandai dengan terjadinya bencana di daerah yang sebelumnya tidak rawan bencana. Seperti daerah yang tidak rawan banjir, tiba-tiba kemudian terkena banjir, longsor terjadi di banyak tempat, angin puting beliung menyapu berbagai lokasi, dan sebagainya.

2. Lapisan Es Kutub Utara Dan Selatan Mencair (Ice Melting)

Suhu permukaan bumi yang naik, akan menyebabkan lapisan es di kutub utara dan selatan lebih cepat mencair. Tentu saja, hal ini akan mengakibatkan naiknya permukaan air laut secara global.

Tinggi permukaan air laut yang naik akan sangat berdampak pada kehidupan masyarakat pesisir. Potensi permukiman penduduk di pesisir pantai untuk dilanda banjir rob semakin besar dan nyata. Sejumlah pulau-pulau berukuran kecil juga terancam tenggelam dan hilang.

3. Berbagai Spesies Jenis Flora Dan Fauna (Tumbuhan Dan Hewan) Terancam Punah

Sebagai makhluk hidup, semua jenis flora dan fauna memiliki ambang batas kemampuan toleransi adaptasi. Seperti kemampuan bertahan tubuh dalam menyesuaikan diri terhadap perubahan sumber makann, suhu, kelembaban, dan kadar air.

Ketika suhu rata-rata bumi naik akibat pemanasan global, tentu hal ini akan berdampak sangat ekstrim tumbuhan dan hewan. Pertumbuhan tumbuhan akan terhambat laju produktivitas primernya, dan kehidupan hewan pun juga akan terganggu karena habitatnya turut berubah.

Cara Mengatasi Pemanasan Global

gambar-cara-mengatasi-dan-mencegah-dampak-pemanasan-global-warming
sumber: https://tycab.co.nz

Pemanasan global adalah masalah masyarakat global, ini berarti bahwa masalah ini merupakan tanggung jawab seluruh manusia di dunia. Oleh sebab itu, masalah pemanasan global hanya dapat diatasi aoabila seluruh orang di dunia sepakat untuk melakukan hal yang sama untuk mengurai penyebab pemanasan global.

Langkah-langkah tersebut, bisa dimulai dengan beberapa langkah berikut:

Hindari Konsumsi Listrik Berlebihan (Hemat Listrik)

Pengguanan listrik secara hemat akan sangat berpengaruh secara signifikan terhadap proses memperlambat pemanasan global.

Sebab semakin kita hemat menggunakan listrik, maka penggunaan sumber daya alam tidak terbarukan sebagai bahan bakar pembangkit listrik juga akan berkurang. Selain itu kita juga mengurangi timbulnya gas-gas berbahaya yang bisa muncul dari penggunaan alat-alat elektronik, seperti kulkas dan pendingin ruangan.

Jangan membuang sampah anorganic sembarangan

Sampah anorganik seperti plastik, dikenal sebagai salah satu penghasil gas metana. Padahal gas metana memiliki dampak yang buruk pada lapisan ozon serta menjadi salah sat penyebab pemanasan global.

Padahal di seluruh dunia, setiap harinya dapat menghasilkan milyaran ton sampah plastik. Bisa dibayangkan bagaimana dampaknya. Maka sudah seharusnya, mulai sekarang kita kurangi pengguanaan plastik dan mencoba mendaur ulang sampah plastik agar tidak mencemari lingkungan.

Penanaman Pohon Di Rumah Dan Reboisasi Hutan Gundul

Hutan yang hijau dan lebat akan tumbuhan akan membantu bumi dalam mengurangi kadar karbondioksida pada lapisan atmosfer. Pohon, selain berfungsi mengurangi suhu yang panas ternyata juga berfungsi menghirup karbondioksida di udara dan merubahnya menjadi oksigen yang sangat bermanfaat bagi kehidupan.

Leave a Comment